Upaya Untuk Melestarikan Ekosistem Laut

persoalan pencemaran lingkungan bukan hanya merupakan bagian pandangan hidup, tapi juga prilaku buruk kita yang destruktif yang telah menjadi bagian dari peradaban kita di masa sekarang ini.
Upaya melestarikan lingkungan laut Indonesia – Bagaimana mengatasinya? Masih adakah solusi terbaik? Untuk sejahtera, haruskah kita merusak alam? Kita berpen-dapat bahwa saat ini adalah kesempatan untuk mengangkat kesadaran tentang pentingnya lingkungan alam laut. Daerah kita sementara mempersiapkan diri untuk WOC dan Manado menjadi daerah tujuan wisata. Untuk itu, saat ini adalah saat tepat untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan upaya pelestarian dan perlindungan lingungan alam laut sekaligus untuk mempersiapkan dua events tersebut:

I. Cagar alam laut.
Barangkali perlu kita membuat peraturan bersama de-ngan masyarakat nelayan dan pesisir menyangkut cagar alam laut guna melindungi laut dan segala isinya, agar mereka berevolusi secara alamiah.
II. Suaka Alam laut.
Barangkali pula perlu membuat peraturan bersama dengan masyarakat nelayan dan pesisir atau kepulauan untuk suaka alam laut agar semua yang dilindungi dalam wilayah cagar alam mendapatkan perlindungan dari wilayah suaka alam, yang menjaga ekosistem di wilayah pantai atau pulau tertentu. 
III. Zona Ekonomi Eksklusif.
Sumber daya alam di laut kini semakin menjadi rebutan antar bangsa dan negara, apa lagi di wilayah yang tidak jelas aturan hukumnya. Karena itu barangkali perlu dipertegas atau diproklamasikan secara mondial zona ekonomi eksklusif kita, agar daerah-daerah perbatasan dengan negara tetangga semakin jelas status yuridisnya dan dengan demikian terhindar dari masalah yang bisa muncul dari relasi dengan negara tertangga.
IV. Pengembalian material dari pantai.
Seperti aturan pengambilan pasir, kerikil, karang, kima, hu-tan bakau. Bukan hanya soal larangan tapi pemanfaatannya dan pelestariannya yang mem-butuhkan aturan dan kerjasa-ma serta kesadaran partisipatif masyarakat, agar tidak ter-jadi pengrusakan, abrasii dll. Suatu aturan hukum yang bisa memberdayakan masyarakat yang membutuhkan material-material tersebut untuk pemenuhan kebutuhan kesejahteraan mereka sekaligus ada upaya pelestarian, pemeliharaan dan perlindungan. Hal ini dibutuhkan agar tidak terjadi pengurasan sumber-sumber alam laut, yang terdapat di laut maupun di dasar laut serta di pantai laut. 
V. Persoalan Di Laut ternyata bersumber juga di darat.
Untuk melindungi lingkungan alam laut dibutuhkan upaya-upaya untuk mengatasi sedimentasi, sampah, tumpahan minyak, mengatasi erosi, serta eksplorasi dan eksploitasi daerah pesisir pantasi . Untuk itu perlu diimbau agar masyarakat semakin giatkan reboisasi atau reforestrasi di darat. Mencegah pengolahan lahan tidur secara serampang-an karena revitalisasi pertanian, yang makin menyebabkan erosi upaya menciptakan reboisasi, reforestrasi atau penghijauan, semuanya dimaksud untuk menciptakan ketahanan air, ketahanan pangan, sehingga tercipta daerah tahan longsor dan banjir.
VI. Adanya Aquarium Samudra.
Di mana memperlihatkan kekayaan ikan di perairan laut kita, termasuk ikan-ikan pur-ba yang langka serta Hutan Wisata, yang terdiri dari berbagai jenis pohon di daeerah tropis ini, termasuk semua tanaman atau tumbuhan yang menjadi makanan pokok daerah ini. Keduanya bisa menjadi tempat tujuan wisata pada saat WOC dan Manado Kota Pariwisata Dunia. Akhirnya, bila kita kaji lebih jauh, maka benarlah bahwa persoalan lingkungan hidup, bukan hanya sekadar soal pencemaran, sampah dan upaya penanggulangannya secara teknis praktis. Tapi persoalan lingkungan adalah persoalan yang terkait erat dengan pandangan hidup, sikap dan prilaku manusia dalam hubungannya dengan alam. Kita berpendapat bahwa akar persoalan pencemaran dan pengrusakan lingkungan hidup alam laut, terdapat pada pandangan kita terhadap alam. Bila pandangan kita benar dan baik, maka sikap, prilaku dan tindakan kita terhadap alam juga benar dan baik. Barangkali kita perlu meluruskan pandangan kita. Kita mestinya memandang lingkungan alam atau bumi ini adalah sahabat kita. Bahkan sebagai ibu yang menghidupi kita. Sebagaimana seorang anak harus sayang, hormat, akrab dengan ibunya, kita semestinya harus hormat, akrab, sayang kepada alam atau bumi yang disebut ibu pertiwi itu. Demikian kita perlu kembali kepada solusi alam yang adalah ciptaan Tuhan, sahabat kita, bahkan ibu pertiwi kita. Tuhan menciptakannya untuk kita. Semuanya kita boleh ‘makan’, kecuali yang satu ini, yaitu kita tidak boleh ‘makan semuanya sampai habis’. Kita juga diciptakan bebas. Untuk itu kita harus memilih: ‘hidup kita di perut bumi, atau bumi di perut kita.’

sumber:isomwebs.com

0 komentar: