Sunday, 1 March 2015

NILAI-NILAI PENDIDIKAN JASMANI DI UPI DAN KONTRIBUSNYA BAGI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN ILMU KOMPUTER

1.1         Latar Belakang Masalah

Pendidikan jasmani sebagai komponen pendidikan secara keseluruhan telah disadari oleh banyak kalangan. Namun, dalam pelaksanaannya pengajaran pendidikan jasmani berjalan belum efektif seperti yang diharapkan. Pembelajaran pendidikan jasmani cenderung tradisional.
Model pembelajaran pendidikan jasmani tidak harus terpusat pada dosen tetapi bisa juga pada mahasiswa. Orientasi pembelajaran harus disesuaikan dengan perkembangan anak didik, isi dan urusan materi serta cara penyampaian harus disesuaikan sehingga menarik dan menyenangkan, sasaran pembelajaran ditujukan bukan hanya mengembangkan keterampilan olahraga, tetapi pada perkembangan pribadi anak seutuhnya. Konsep dasar pendidikan jasmani perlu dipahami oleh komponen-komponen yang terkait oleh pendidikan jasmani.
Pengertian pendidikan jasmani sering dikaburkan dengan konsep lain. Konsep. Itu menyamakan pendidikan jasmani dengan setiap usaha atau kegiatan yang mengarah pada pengembangan organ-organ tubuh manusia (body building), kesegaran jasmani (physical fitness), kegiatan fisik (physical activities), dan pengembangan keterampilan (skill development).
Pengertian itu memberikan pandangan yang sempit dan menyesatkan arti pendidikan jasmani yang sebenarnya. Walaupun memang benar aktivitas fisik itu mempunyai tujuan tertentu, namun karena tidak dikaitkan dengan tujuan pendidikan, maka kegiatan itu tidak mengandung unsur-unsur pedagogik.
Pendidikan jasmani bukan hanya merupakan aktivitas pengembangan fisik secara terisolasi, akan tetapi harus berada dalam konteks pendidikan secara umum (general education). Sudah barang tentu proses tersebut dilakukan dengan sadar dan melibatkan interaksi sistematik antar pelakunya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

         Bagaimanakah definisi pendidikan yang kita anut? Adanya perbedaan pengertian itu pendidikan jasmani dengan istilah-istilah lain seperti gerak badan, aktivitas fisik, kesegaran jasmani, dan olahraga hendaknya tidak menimbulkan polemik yang menyesatkan. Perbedaan pendapat itu sesuatu yang wajar, yang terpenting seseorang harus melakukan pembatasan pengertian yang dianut secara jelas dan konsisten apabila membicarakan atau menuliskan berbagai istilah itu sehingga tidak rancu.

1.2         Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang terdapat dalam makalah ini antara lain:
1.         Bagaimana Konsep pendidikan jasmani dan olahraga?
2.         Apakah Tujuan dari pendidikan jasmani dan olahraga?
3.         Apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan jasmani?
4.         Bagaimana Ruang lingkup pendidikan jasmani dan olahraga?
5.         Bagaimana kontribusi pendidikan jasmani dalam aktivitas belajar mahasiswa di jurusan pendidikan ilmu komputer?

1.3         Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini antara lain untuk mengetahui:
1.      Konsep pendidikan jasmani dan olahraga
2.      Tujuan dari pendidikan jasmani dan olahraga
3.      Nilai-nilai yang tekandung dalam pendidikan jasmani
4.      Ruang lingkup pendidikan jasmani dan olahraga
5.      Kontribusi pendidikan jasmani dalam aktifitas  belajar mahasiswa pendidikan ilmu komputer

1.4         Sistematika Penulisan

Bagian pembuka terdiri atas:
A.            Halaman Depan
B.            Kata Pengantar
C.            Daftar Isi 
Bagian isi makalah terdiri atas :
Bab I – Pendahuluan
 di dalamnya berisi:
A.      Latar Belakang
B.       Idientifikasi Masalah
C.       Tujuan
D.      Sistematikan Penulisan
Bab II -  Pembahasan
Di dalamnya akan membahas tentang tentang:
A.       Konsep Pendidikan Jasmani dan Olahraga
B.       Tujuan Pendidikan Jasmani dan Olahraga
C.       Nilai-Nilai Yang Tekandung dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga
D.       Kontribusi Pendidikan Jasmani dan Olahraga Bagi Mahasiswa Pendidikan Ilmu Komputer
Bab III  - Penutup
          Didalamnya akan berisi tengtang:
A.      Kesimpulan
B.       Saran


PEMABAHASAN

Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila.
Pendidikan jasmani dapat diartikan juga sebagai suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik, kognitif, dan afektif setiap mahasiswa.
Pendidikan jasmani merupakan terjemahan dari physical education. Jasmani berarti jasad sedangkan pendidikan jasmani adalah upaya pendidikan dengan jalan menggunakan tubuh manusia sebagi sasaran
Sedangkan Olahraga adalah kegiatan fisik manusia yang berpengaruh terhadap kepribadian pelakunya. Kegiatan yang menuntut kegiatan fisik tertentu untuk menggunakan tubuh secara menyeluruh dalam bentuk permainan atau pertandingan/ perlombaan.
Olahraga atau sport berasal dari bahasa latin yaitu disportore artinya dis adalah terpisah, portore adalah membawa. Jadi pengertiannya membawa dirinya terpisah dari gangguan. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) olahraga adalah latihan gerak badan, Olah berarti laku atau perbuatan dan raga berarti badan. Pada hakekatnya Olahraga adalah aktivitas otot besar yang menggunakan energi tertentu untuk meningkatkan kualitas hidup.

Pendidikan jasmani memiliki beberapa tujuan dalam pelaksanaannya, tujuan-tujuan tersebut adalah:
  1.      Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
  2.       Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
  3.       Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar.
  4.       Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan.
  5.       Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis.
  6.       Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan.
  7.       Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.
  8.       Mengembangkan landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap sosial dan toleransi dalam konteks kemjemukan budaya, etnis dan agama.
  9.       Mampu mengisi waktu luang dengan
Tujuan akhir dari pendidikan jasmani terletak dalam peranannya sebagai wadah untuk penyempurnaan watak, dan sebagai wahana untuk memiliki dan membentuk kepribadian yang kuat, watak yang baik dan sifat yang mulia; hanya orang-orang yang memiliki kebajikan moral seperti inilah yang menjadi warga masyarakat yang berguna.



Secara umum pendidikan jasmani dan olahraga mengandung nilai-nilai yang memiliki manfaat posistif bagi mahasisawa UPI, dan diharapkan agar nilai-nilai tersebut dapat bermanfaat bagi mahasiswa saat telah terjun ke masyatakat. Nilai nilai yang dimaksud yaitu:
Excellence (keunggulan) menggambarkan kualitas usaha untuk mencapai prestasi. Hal ini juga mengandung harapan bahwa atlet harus mandiri, seperti yang tersurat dalam moto Olimpade yaitu Citius, Altius, Fortius(Faster, Higher, Stronger) atau lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat. Nilai keunggulan mengacu pada perjuangan untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal yang dilakukan, sebagai individu dan sebagai kelompok kerja menuju tujuan bersama. Dalam mengejar dan mengukur keunggulan, atlet secara alami akan membandingkan upaya mereka untuk orang lain. Tapi barometer utama keunggulan adalah pencapaian tujuan pribadi seseorang.
Friendship (persahabatan) Nilai persahabatan penting dalam tradisi Olimpiade kuno dan merujuk untuk membangun dunia yang damai dan lebih baik melalui olahraga. Para atlet mengungkapkan nilai ini dengan membentuk ikatan seumur hidup dengan rekan tim mereka, serta lawan-lawan mereka. Nilai persahabatan bersifat humanistik yang bertujuan memberikan bantuan kemanusiaan, mengembangkan program budaya dan pendidikan, dan mendorong dialog terbuka pada olahraga dan perdamaian.
Respect (saling menghormati) adalah moral yang mendasari olahraga dan prinsip etika yang harus menginspirasi semua orang yang berpartisipasi. Nilai universal hormat mengacu menghormati untuk diri kita sendiri, satu sama lain, untuk aturan, untuk fair play dan bagi lingkungan.
Responsibility (Tanggung jawab) adalah kemampuan untuk memberikan respons, tanggapan, atau reaksi secara cakap. Tanggung jawab dicirikan antara lain dengan melakukan apa yang telah disepakati dengan sungguh-sungguh; mengakui kesalahan yang dilakukan tanpa alasan; memberikan yang terbaik atas apa yang dilakukan.
Fair (peduli) adalah bersikap adil dalam melakukan dan memperlakukan sesuatu. Sikap fair antara lain ditandai dengan menegakkan hak sesama termasuk dirinya; mau menerima kesalahan dan menanggung resikonya; menolak berprasangka.

Care (peduli) adalah kesediaan untuk memberikan perhatian dan kasih sayang kepada sesama. Peduli antara lain ditandai dengan memperlakukan orang lain, diri, dan sesuatu dengan kasih sayang; memperhatikan dan mendengarkan orang lain secara seksama; menangani sesuatu dengan hati-hati.
Truthful (Jujur) adalah suatu sikap terbuka, dapat dipercaya, dan apa adanya. Sikap jujur antara lain ditandai dengan mengatakan apa adanya; menepati janji; mengakui kesalahan; menolak berbohong, menipu, dan mencuri.
Civilized (Beradab) adalah sikap dasar yang diperlukan dalam bermasyarakat yang berintikan pada kesopanan, keteraturan, dan kebaikan. Beradab antara lain dicirikan dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya; mengapresiasi terhadap keteraturan.

Dari penjelasan di atas nyata bahwa nilai-nilai olahraga bersifat universal sehingga harus dimiliki oleh semua pelaku olahraga baik atlet, ofisial, maupun semua stake holders yang terlibat dalam kegiatan olahraga. Begitu pentingnya nilai-nilai ini di mata dunia namun dalam kenyataan masih banyak pelaku olahraga yang belum memilikinya. Oleh karena itu mahasiswa UPI diharapkan memiliki nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan jasmani dan olahraga dengan adanya mata kuliah pendidikan jasmani dan olahraga.
Ruang lingkup pendidikan Jasmani dan kesehatan meliputi beberapa aspek didalamnya, yaitu :
1.      Permainan dan Olahraga, meliputi : Olahraga tradisional, eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor, non  lokomotor, dan manipulatif, atletik,   permainan kecil (kasti, roundres, kippers), permainan bola besar (sepak bola, bola voli, dan bola basket), permainan bola kecil (tenis meja, bulu tangkis dan tenis lapangan), renang, dan beladiri.
2.      Aktivitas Pengembangan sikap tubuh, meliputi : Mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani dan bentuk postur tubuh.
3.      Aktivitas Senam, meliputi :Ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai.
4.      Aktivitas Gerak Ritmis, meliputi :Gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobik.
5.      Aktivitas Air, meliputi :Permaian di air (polo air sederhana), keselamatan di air, keterampilan bergerak di air dan keterampilan renang.
6.      Pendidikan Luar Kelas, meliputi : Piknik/karya wisata, pengenalan lingkungan, berkemah, penjelajahan, dan mendaki gunung.
7.      Pendidikan Keselamatan dan Kesehatan, meliputi : Penanaman budaya hidup sehat, perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat dan menjaga lingkungan yang sehat, pengaturan waktu istirahat, berperan dalam kegiatan P3K dan UKS.
8.      Pendidikan Karakter, meliputi : Disiplin (Discipline), Tekun (Diligence), Tanggung jawab (responsibility), Ketelitian (carefulness), Kerja sama (Cooperation), Toleransi (Tolerance), Percaya diri (Confidence), Keberanian (Bravery).

Berolahraga meningkatkan energi dan menambah serotonin dalam otak, mahasiswa yang mengambil konsentrasi pendidikan ilmu komputer terkadang harus mengerjakan tugas hingga larut malam bahkan merubah pola tidur dengan hanya tidur 4 jam di siang hari. Hal ini dapat merusak daya tahan tubuh seorang mahasiswa yang dikejar oleh deadline, maka dari itu mahasiswa dapat melakukan olahraga dengan jumlah yang cukup akan membuat produktivitas mereka dalam berfikir akan meningkat.
Mahasiswa pendidikan ilmu komputer cenderung menghabiskan waktunya di hadapan komputer, nilai-nilai jasmani dan olahraga dapat merubah pola hidup mahasiswa untuk lebih menggerakan tubuh mereka dengan cara peregangan atau pemanasan hingga berolahraga walau hanya 30 menit. Karena dengan menggerakan tubuh, mahasiswa yang berkeseharian duduk di depan komputer dapat menghilangkan stress.
Mahasiswa dapat berolahraga dengan baik, dengan 30 menit sehari, dapat melepaskan endorphin keseluruh tubuh dan membuat mahasiswa merasa lebih energik lagi dan membuat rileks, setelah mengerjakan aktivitas mereka yang duduk fokus di depan komputer.
Disisi lain, mahasiswa yang telah memahami nilai-nilai pendidikan jasmani akan menghormati rekan-rekannya, bertangung jawab dalam memilah aktivitas perkuliahan, peduli, jujur dalam mengerjakan tugas, memberikan kesempatan pada rekannya, dan berprilaku sebagai individu yang mematuhi aturan dan berprikemanusiaan.



Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila.
Pendidikan jasmani memiliki tujuan untuk penyempurnaan watak, dan sebagai wahana untuk memiliki dan membentuk kepribadian yang kuat, watak yang baik dan sifat yang mulia.
Nilai-nilai yang berkembang dari pendidikan jasmani antara lain, keunggulan, persahabatan, respek, adil, jujur, tanggung jawab, peduli, beradab.  Pendidikan jasmani dan olahraga diterapkan di UPI, pengetahuan ini diajarkan untuk menunjang para mahasiswa untuk tetap sehat dan diberikan arahan prilaku berdasarkan nilai-nilai pendidikan jasmani. Khususnya bagi mahasiswa yang mengambil konsentrasi pendidikan ilmu komputer karena dirasa banyak sekali manfaatnya.
Penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan nilai-nilai yang terdapat pada pendidikan jasmani, dan seharusnya dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terdapat pada pendidikan jasmani dapat menjadi bekal bagi mahasiswa saat terjun langsung dalam kehidupan bermasyarakat, meski tidak berpengaruh besar pada tingkat produktivitas mahasiswa sebagai calon ahli dalam bidang komputasi. Selain itu,dengan berolahraga dengan teratur dapat membuat tubuh sehat dan bugar sepanjang hari, sehingga dapat tetap beraktifitas dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Rosy, Galih.2009. Konsep pendidikan jasmani & olahraga [online]. Tersedia: https://rosy46nelli.wordpress.com/2009/12/05/konsep-pendidikan-jasmani-olahraga/ (25 Febuari 2015)
Rizki. 2010. Pengertian / definisi Pendidikan Jasmani (penjas), Olahraga [online]. Tersedia:http://penjaskes-pendidikanjasmanikesehatan.blogspot.com/2010/11/pengertian-definisi-pendidikan-jasmani.html (25 Febuari 2015)
Musran. 2013. Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Olahraga [online]. Tersedia: http://musranaceh.blogspot.com/2013/04/pendidikan-jasmani-dan-pendidikan.html (24 Febuari 2015)
Priyanto, Aris. 2014. Internalisasi Nilai-Nilai Olahraga Melalui Pendidikan Jasmani dan Olahraga(Penjasor) di Sekolah (Upaya Menuju Prestasi Internasional) [online]. Tersedia: http://www.pendidikan-diy.go.id/dinas_v4/index.php?view=v_artikel&id=36 (24 Febuari 2015)
Tapo, Djorny.2012.konsep dasar pendidikan jasmani [online]. Tersedia: http://djornystkipcitrabakti.blogspot.com/p/pengertian-pendidikan-jasmani.html (26 Febuari 2015)


0 comments:

Post a Comment